SAMPAIKAN PENGALAMAN ANDA GUNAKAN TELKOMSEL FLASH

 


Judul
Berita
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Thursday, December 15, 2011

>>: Analisa Suster Ngesot dan Sepatu Pak Satpam

Judul*:Analisa Suster Ngesot dan Sepatu Pak Satpam
Berita*:Berita tentang suster ngesot yang kabarnya "semena-mena" terhadap security apartemen menjalar di dunia Internet, khususnya di twitter. Pukul 3 sore (Rabu, 14 Des), hasil search Saya di twitter, membuahkan hasil dan disana ada twit tentang suster ngesot. Pengamatan Saya tidak ada satu-pun twit yang mendukung posisi si suster ngesot. Berniat memberikan kejutan kepada temannya, malah tendangan bebas yang didapat ke muka Mega, 20 tahun.

Salah satu akun twitter berucap : Kena sanksi sosial si suster ngesot. Di Bully-bully di twitter, dan jelas namanya rusak. Yup, sepertinya begitu. Malamnya akun twitter dari Suster Ngesot dan Facebooknya pada tulisan ini dibuat tidak dapat diakses.

https://twitter.com/#!/decegamega

Sebelum di deactivated saya sudah liat twitternya dan di lock, tetapi dari bio, foto dan blognya menunjuk ke arah artis dari suster ngesot.
Facebooknya

Facebook ini didapat dari Group 1.000.000 Facebookers Dukung Satpam, jadi harus di kroscek kembali, karena Saya pun belum sempat liat Facebooknya.
Blognya, beserta isi kejadian tendangan maut. Masih dapat diakses hingga tulisan ini dibuat.

Analisa Video
Yang mau liat full videonya disini.

Yang keberatan buffer, Saya sediakan cuplikan pentingnya saja. Ada 8 (delapan) orang di lift sesuai dengan video, tapi anggap saja yang dua cameo, soalnya nongol di menit-menit akhir.

1. Detik pertama security dan petugas kebersihan masuk.

2. Detik ke - 10, pintu lift tertutup rapat.

3. Dari detik 10 sampai 40, yang terlihat hanya 5 orang saja.



4. Detik ke 41, mulai muncul kepala orang lain (No.1) dari belakang (jadi cerita serem. ^_^v), yang Saya kasih tanda X sepertinya target suprise dari suster ngesot. No. 4 dan 5 temen target, dan sepertinya lagi jongkok. No. 2 pemain bola dan No. 3 petugas kebersihan.



5. Detik ke 45, mulai membujuk target untuk mendekati pintu lift (karena sudah mau sampai ke lantai TKP, yakni lantai 17)



6. Detik 50 Target berhasil dibujuk, dan berdiri persis di depan pintu lift. Berhasil , berhasil.

7. Detik ke 53, lift terbuka dan penampakan itu terjadi.



8. Detik ke 54, Pak Satpam langsung ambil tendangan bebas, sementara target (X) dan petugas kebersihan (V) mundur kebelakang.



9. Menit 1:02, target dan petugas kebersihan masih di belakang, masih sok terapi/bingung/takut atau apa?



Sisa video merupakan analisa dalam bentuk audio, dan tidak terdengar suaranya, jadi Saya tidak punya analisa yang kuat. Jadi Saya stop sampai sini. Mau lebih mantep liat videonya langsung. :)

Saya hanya sampaikan analisa Saya, semoga menjadi bahan pertimbangan, mana yang sekiranya benar mana yang salah, masalah hukum pasal per pasal Saya tidak mengerti, apa menciderai orang karena sebab itu masih kena pasal juga?

Baru kali ini Saya menulis tentang jeleknya orang lain secara publik (kalo ini mau dibilang kejelekan suster ngesot) dan menunjuk orang langsung, tapi Saya merasa terpanggil untuk nulis seperti ini karena Pak Satpam sedang menjalani proses hukum, padahal yang salah bagi analisa Saya ya si suster ngesot tersebut.

Ada 3 orang yang tau suster ngesot, siapa mereka? Teman-teman si pelaku, kecuali target.

Ada 3 orang yang tidak tau suster ngesot, siapa mereka? Roberto Carlos (a.k.a Pak Satpam), Petugas Kebersihan dan Si Target.

Akhir Cerita Sementara

Dari MetroNews.com 00:09 AM Suster Ngesot memaafkan Pak Satpam, tetapi proses hukum masih tetap berjalan.

Ga penting juga Pak Satpam masuk penjara, bukan penjahat juga. Ga penting juga buat suster ngesot di bully-bully, kena sanksi sosial, gara-gara mau bikin surprise untuk temennya sendiri.

Jalan tengah saja, tak perlu ada jalur hukum. Bereskan secara sama-sama ngerti. Kalo masih kekeh ya, MUNGKIN si satpam masuk penjara, tapi PASTI si suster ngesot namanya tambah jelek (ini sudah terjadi).

Good luck buat Pak Satpam dan Suster Ngesot



Powered by EmailMeForm

0 comments: